Berhati-hati dalam berdoa Do’a, kita manusia gak tau yang kita inginkan..


Mungkin judul tulisan ini tampak akan membahas do’a dari segi agama/dalil, tapi tulisan ini cuma sebuah opini┬ádari pengalaman pribadi. dan gak riya juga, soalnya kalau gak di cantumin angkanya saya susah ceritain-nya. lagian toh sekarang penghasilan saya seadanya ­čÖé

DO’A – 2009
Sekitar 5 tahun lalu, setelah lulus kuliah.. masih inget dulu berdo’a “kepengen punya gaji 10 juta ┬ádan tinggal┬ádi kosan. jadi biaya hidup nya rendah dan sisanya bisa di┬ákasih ke orang tua dan di tabungkan.” mengingat kuliah di Universitas di daerah, IP pas-pasan cuma 3,16.. coding belum bisa..┬ádo’a ini tampak impossible.

Seperti yang di tulis sebelumnya..┬ásetelah selesai kuliah saya “nganggur” 3 bulan, setelah itu (2009) kerja dengan gaji yang pas-pasan..┬ápertama kali kerja gaji 1,9jt. tampak impossible semua doa itu. tapi mimpi dan doa yang tadi itu masih sering saya panjatkan tiap malam. masih sering di bayang2in “enak ya punya gaji segitu, tinggal di kosan kecil tapi lengkap” gitu terus selama…

singkat cerita.. pindah ke jakarta, gaji belom sampai yang seperti ┬ádiinginkan.. proses berlanjut hingga kesampean gaji yang di idam2kan.. waktu itu tahun 2012.┬ádapet kenaikan gaji yang nominal nya persis 10 juta… semua itu butuh proses yang lama..┬ádari 2009 – 2012 baru terwujud. hingga┬áakhir nya jenuh dengan keaadaan seperti itu..

DO’A┬á– 2014
Tahun 2014 adalah tahun paling jenuh untuk saya. jenuh kerena sudah 5 tahun bekerja sebagai karyawan. walaupun kondisi saat itu sudah nyaman. tapi rasanya jenuh, ingin mencoba hal yang baru.

waktu itu muncul lagi kebiasaan berdo’a seperti tahun 2009. berdo’a malem-malem.. di bayangin terus apa yang di inginkan, apa itu? waktu itu saya berpikir┬á“Enak ya kalau hidup tenang di sukabumi gak usah pergi macet2an, kerja remote penghasilan secukup nya. mungkin 3-5 juta perbulan lebih dari cukup hidup di sukabumi. 2 bulan kerja.. 2 bulan free bisa lakuin apa aja”.

Februari 2015, resign.. terkabul lagi do’a2 yang di panjatkan. februari – juni full kerja. dari bulan ramadhan/juli sampai sekarang.. santaiii. tapi apa? ┬átapi┬ámulai jenuh lagi dengan kondisi sekarang..┬á
Jenuh karena harus cari-cari client, ketemu orang sana-sini.. lebih sering bolak balik jakarta ­čśÉ
giliran gak ada project.. jenuh.. sama orang tua disangka pengangguran, disuruh kawin┬ácepet2, malah disuruh kerja lagi.. ­čśÉ
KESIMPULAN
Dari kejadian-kejadian di atas, akhirnya saya menyadari dan mengerti, bahwa kita manusia.. gak tau apa yang terbaik untuk kita. kita minta sesuatu.. dan Allah kabulkan. ternyata setelah kita alami gak sesuai dengan kehendak hati kita. mungkin itu arti dari penggalan ayat:

“…Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)

Sekarang, dalam berdo’a saya gak pernah ngebayangin hal-hal yang detail. semacam saat ini pengen coba jadi tukang dagang ┬á­čśÇ jualan┬áproduk (Baju, Software.. dll) intinya.. ┬áApapun yang Allah berikan / Takdirkan, saya┬ácoba ikhlas… harus ikhlas. karena yang harus kita pahami adalah semua yang terjadi sama diri kita ini yang terbaik. contoh, rasa jenuh atas do’a2 yang di kabulkan membawa saya menyadari akan kebesaran Allah, akan ketidaktahuan kita sebagai manusia atas diri kita sendiri. sekian.

2 thoughts on “Berhati-hati dalam berdoa Do’a, kita manusia gak tau yang kita inginkan..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *