ingin jadi developer.. pilih universitas atau bootcamp di indonesia ?

Saya tidak tahu apakah bootcamp sudah menjadi tren di indonesia atau tidak.. akan tetapi sebagai instruktur di salah satu coding bootcamp di indonesia saya bisa pastikan peminatnya selalu bertambah di tiap batch nya (penerimaan batch baru diadakan setiap bulan). di dalam postingan ini saya akan memberikan insight seputar jalan mana yang harus di tempuh oleh seseorang yang ingin berkarir di industri teknologi (mobile/web app khususnya).

Universitas dan Bootcamp dilihat dari sisi kurikulum dan waktu yang di tempuh untuk menyelesaikan kurikulum nya.. tentu terdapat perbedaan yang sangat jauh, beroku penjelasannya:

JENJANG PENDIDIKAN:
di Universitas dimana biasanya kita harus menghabiskan waktu 4 tahun untuk menyelesaikan jenjang pendidikan nya. dan untuk bootcamp biasanya hanya butuh 4 bulan.

ISI KURIKULUM:
di Universitas di ajarkan hal-hal umum seperti Algoritma, Struktur data, kalkulus, sistem operasi dan sebagianya, sebagian di bahas mendalam dan sebagian lainnya hanya di permukaan saja.
sementara di Bootcamp hal-hal yang di ajarkan adalah topik yang lebih spesifik dan lebih mendalam yang di persiapkan untuk dunia kerja. sebagai contoh di sebuah bootcamp di ajarkan sebuah bahasa pemograma dengan framework tertentu.

SETELAH LULUS:
karena universitas adalah sebuah lembaga yang formal, setelah lulus makan seorang lulusan akan di berikan ijazah beserta transktrip nilanya sebagai tanda bukti telah mengikuti jenjang pendidikan, sementara di bootcamp seorang lulusan bootcamp *biasanya* tidak di berikan semcam ijazah/sertifikat. akan tetapi mereka akan di salurkan langsung ke hiring partner sehingga biasanya lulusan sebuah bootcamp yang ingin bekerja tidak perlu lama menunggu untuk bekerja di sebuah perusahaan.

dari pembahasan di atas mungkin kita bertanya2.. lalu bagaimana dengan otodidak, apakah bisa jadi developer secara otodidak ? jawabannya: tentu bisa, isi materi yang di ajarkan (universitas & bootcamp) semuanya tersedia di internet, yang berbeda adalah sebuah kurikulum dan guru/instruktur yang mengajarkan kita. dalam sebuah kurikulum kita di ajarkan A-B-C-D-..-Z sementara jika kita belajar secara otodidak (tanpa kurikulum) kita belajar secara “loncat-loncat”. dengan adanya guru/instruktur kita bisa lebih mudah bertanya tanpa harus kesulitan mencari jawaban di google (walau sebenernya guru/intruktur kadang nyuruh googling juga :P)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *